Tamrin 4 : Fi’il Mudhari untuk Orang Ketiga Muannats dan Jama’
Fi’il mudhori’ mengalami perubahan sesuai dengan jenis pelakunya.
Perubahan fi’il mudhori’ terjadi dalam bentuk :
Perubahan huruf depan
Penambahan huruf setelahnya
Keduanya.
Untuk orang ketiga muannats (هي), huruf ي di awal diganti dengan huruf ت. Contoh
عبد الله يدرس ← زينب تدرس
Untuk orang ketiga jama’ mudzakkar (هم), ditambahkan huruf ون di akhir fi’il, dan harakat huruf sebelum و diubah menjadi dhommah. Contoh:
عبد الله يدرس ← إخوتي يدرسون
Untuk orang ketiga jama’ muannats (هن), ditambahkan huruf ن maftuhah, dan huruf sebelum ن disukun. Contoh:
عبد الله يدرس ← أخواتي يَدْرُسْنَ
Latihan : Tulislah fi’il ذهب pada tempat yang kosong dengan menyandarkannya kepada kata ganti yang sesuai!
Tamrin 5 : Latihan
Tulis fi’il mudhari yang sesuai di tempat yang kosong! Sesuaikan pula dengan pelakunya!
Tamrin 6 : Latihan
Ganti semua mubtada menjadi jama’ dan sesuaikan pula semua kata yang perlu penyesuaian!
Tamrin 7 : Latihan
Ubahlah fa’il dalam jumlah berikut menjadi muannats!
Tamrin 8 : Fi’il Mudhori’ untuk Mukhothob Mudzakkar Mufrod
Fi’il mudhori’ untuk mukhothob mudzakkar mufrod (أنتَ) sama dengan fi’il mudhori’ untuk ghoib muannats mufrod (هي)
Tamrin 9 : Latihan
Ubahlah fi’il madhi dalam jumlah berikut ini menjadi fi’il mudhori’!
Tamrin 10 : Penafian Fi’il Madhi dan Fi’il Mudhori’
Fi’il madhi dinafikan dengan kata ما.
Fi’il mudhori’ dinafikan dengan kata لا. Kata لا di sini disebut dengan لا النافية (la an-nafiyah).
Fi’il mudhori’ yang didahului dengan kata لا tidak mengalami perubahan apapun.
QnA
Kenapa huruf ي di akhir kata يشتري tidak diberi fathah ketika diikuti ال?
Karena ي di sini adalah huruf asli dari fi’il يشتري bukan ya mutakkalim, sehingga kaidah ya mutakallim tidak berlaku padanya.
Tamrin 11 : Penggunaan Harful Istiqbal (سَ)
Kata istiqbal (الاستقبال) secara bahasa berarti penyambutan.
Dalam konteks ini, kata istiqbal berarti menempatkan suatu fi’il di masa depan.
Masa depan atau masa yang akan datang dalam bahasa Arab disebut “mustaqbal” (مستقبل).
Harful istiqbalhanya bisa dimasukkan kepada fi’il mudhori’
Harful istiqbal yang pertama adalah huruf sin maftuhah yang diletakkah sebelum fi’il mudhori dan ditulis bersambung dengan fi’il mudhori’.
Contoh:
س + يدخل ← سَيدخل (akan masuk)
س + يخرج ← سيخرج (akan keluar)
Harful istiqbal ada beberapa, insya Allah dipelajari di pertemuan mendatang.
Dalam bahasa Arab, ketika menanyakan perbuatan yang akan dilakukan oleh seseorang, tidak perlu memberikan tambahan apapun pada fi’il mudhori’ yang disebutkan. Tidak seperti bahasa Indonesia. Contoh:
“Kamu mau ke mana?” → أين تذهب؟
“Kapan Ayahmu pulang?” → متى يرجع أبوك؟
Tamrin 12 : Pengenalan Mashdar
Mashdar adalah kata kerja yang diubah ke dalam bentuk kata benda.
Kalau dalam bahasa Inggris, konsep mashdar mirip dengan gerund.
Perhatikan contoh-contoh kalimat berikut:
Dilarang duduk di sini!
Belajar itu menyenangkan
Hukum mencuri adalah haram
Ahmad suka pergi ke perpustakaan.
Hafshah tidak suka memancing.
Kata-kata yang ditulis tebal di atas, adalah kata kerja. Namun, mereka menempati tempat-tempat yang biasanya ditempati oleh kata benda, dan diperlakukan sebagaimana kata benda.
Dalam bahasa Arab, kata-kata kerja dalam contoh di atas, disampaikan dalam bentuk mashdar.
Secara gramatikal, mashdar termasuk dalam golongan isim, sehingga semua hal yang bisa terjadi pada isim berlaku pula kepada mashdar, seperti:
Ada atau tidaknya tanwin
Ada atau tidaknya ال
Perubahan harakat akhir
Beberapa mashdar (tidak semua mashdar) memiliki bentuk mutsanna dan jama’.
Didahului dengan harful jar (Harful jar hanya bisa untuk isim)
Dan lain sebagainya
Mashdar untuk fi’il madhi yang terdiri dari 3 huruf (فعل) tidak beraturan pola perubahannya. (Harus dihafalkan)
Tamrin 14 : Mengenal Kata أما (Adapun-Sedangkan)
Kata أما digunakan untuk membandingkan 2 hal atau lebih, atau menjelaskan perbedaan antara hal-hal tersebut, dalam konteks tertentu.
Kata أما selalu diikuti jumlah ismiyyah (mubtada-khobar)
Khobar setelah kata أما harus didahului dengan huruf فَ.
Jika khobar dimulai dengan harf atau isim, maka sebaiknya diberi dhomir yang sesuai dengan mubtada setelah huruf فَ.
Contoh: محمد من جاكارتا menjadi أما محمد فهو من جاكارتا, namun boleh tanpa dhomir, seperti أما محمد فمن جاكارتا
Contoh lain:
حفصة طبيبة في المستشفى
menjadi
أما حفصة فهي طبيبة في المستشفى
Tamrin 15 : Penggunaan Isim Nakiroh yang Diikuti Lamul Milki untuk Makna “Salah Satu”
Jika ada isim mufrod nakiroh lalu diikuti dengan lamul milki (لام الملك), maka artinya sama dengan kata أحد lalu diikuti dengan jamak dari isim tersebut
Contoh:
ذهبت مع أخ لأحمد (Saya pergi bersama salah satu saudara Ahmad)
مات ابن لحسن (Telah wafat salah seorang anak Hasan)
Mufrodat Baru
Mufrodat
Arti
درس
Belajar
سكن
Tinggal/menetap, diam (tidak bergerak)
شكر
berterimakasih, bersyukur
نزل
Turun, mampir (di sebuah daerah ketika safar)
بحث
Mencari, membahas
صعد
Bergerak naik
عرف
Mengenal, mengerti (dalam konteks ilmu atau bahasa asing)
مات
mati
نسيت
saya lupa
قريب
kerabat
عنوان
alamat (konteks tempat), judul (tulisan atau karya)